Teringat sebuah kisah persahabatan antara Nabi Ya'kub AS dan malaikat Izrail... Begitu dekatnya, entah bagaimana menggambarkan isi dari setiap pertemuan mereka. Yang pasti malaikat izrail sering datang menemui Nabi Ya'kub. Seperti diketahui tugas Izrail adalah mencabut nyawa makhluk. Nabi Ya'kub selalu bertanya kepada Izrail tentang maksud kedatangannya, berziarah (berkunjung) atau mencabut nyawanya. Sering kali Izrail menjawab bertemu hanya untuk berkunjung.
Suatu saat Nabi Ya'kub meminta kepada sahabatnya itu untuk memberitahukan kepadanya apabila ajalnya sudah dekat. Kemudian Izrail memenuhi permintaan sahabatnya. Ia akan mengirimkan ketiga utusannya apabila Ya'kub sudah mendekati ajalnya.
Selang waktu kemudian, Izrail datang kembali menemui Ya'kub. Seperti biasa sang Nabi menanyakan perihal kedatangannya. Kali ini jawaban Izrail berbeda, ia ingin mencabut nyawa sang Nabi. Nabi Ya'kub pun terkejut, mengira malaikat ternyata tidak menepati janjinya. Izrail menjelaskan bahwa ia telah mengirim ketiga utusannya diantaranya rambut yang mulai memutih (uban), tubuh yang mulai melemah, dan badan yang mulai membungkuk. Ketiga utusan itu telah datang menemui Ya'kub dan juga yang akan menemui setiap anak cucu Adam.
Cerita di atas adalah salah satu contoh kematian yang normal, mengalir, dan terjadi sesuat kodrat manusia dari sisi biologis. Namun yang terjadi saat ini adalah peristiwa-peristiwa di luar nalar manusia. Dimana begitu mudahnya nyawa terenggut. Tanpa sadar, sengaja tak disengaja tiba-tiba nyawa sudah tercabut.
Belum lepas dari memori fikiran kita, tragedi tabrakan tugu tani. Para korban ketika itu sudah melakukan koridor hidup untuk mengamankan diri mereka dengan benar, yakni berjalan di pinggir jalan. Kuasa illahi berkata lain, keteledoran seseorang telah membuat mereka menemui Tuhan lebih cepat. Sebagian korban ketika itu adalah anak muda yang baru saja berolahraga. dalam perpektif kesehatan, olahraga adalah salah satu cara untuk menyehatkan badan dan mencegah penyakit, efek dari itu adalah kehidupan yang lebih lama (sisi ilmiah). Fakta yang terjadi adalah mereka kini telah tiada.
Atau tentang bus yang menabrak sekelilingnya di puncak, pembunuhan, dan tragedi lain yang bisa menghilangkan nyawa. Melihat kejadian-kejadian yang begitu massive, akan menjadi lumrah di teling setiap orang yang tidak mengalami atau terjadi pada keluarga dan kerabat.
Bisa jadi itu adalah salah satu utusan lain dari malaikat Izrail agar kita lebih peka tentang kematian. Atau ibarat sebuah film, kita sedang melihat malaikat Izrail yang sedang action. Dengan pesan setiap akhir cerita itu adalah "apakah kamu sudah siap menghadapi kematian ?"
Saya berfikir bukan bagaimana kita mati, tapi bagaimana kita siap mengahdapi kematian. Bukankah menyenangkan ketika akhir kematian diiringi dengan hembusan syhadat? Bukan mati normal dengan diiringi musik reggae atau tarian indahmu?
Imam Ghazali pernah berpesan :
Wahai murid-muridku ketahuilah bahwa sesungguhnya yang paling dekat dalam kehidupan kita adalah kematian..
Mulailah bersiap dengan situasi dan keadaan apapun, saat sehat dan kuat, kondisi aman dan nyaman. Karena suasana seperti itu bukanlah jaminan untuk tetap hidup. So, keep dzikir dimana pun dan kapanpun... Jangan lupa sebelum tidur berdoa dan bersyahadat,,,,
Semoga bermanfaat ^_^



