Sabtu, 25 Februari 2012

Kematian di Luar Nalar


Teringat sebuah kisah persahabatan antara Nabi Ya'kub AS dan malaikat Izrail... Begitu dekatnya, entah bagaimana menggambarkan isi dari setiap pertemuan mereka. Yang pasti malaikat izrail sering datang menemui Nabi Ya'kub. Seperti diketahui tugas Izrail adalah mencabut nyawa makhluk. Nabi Ya'kub selalu bertanya kepada Izrail tentang maksud kedatangannya, berziarah (berkunjung) atau mencabut nyawanya. Sering kali Izrail menjawab bertemu hanya untuk berkunjung.
Suatu saat Nabi Ya'kub meminta kepada sahabatnya itu untuk memberitahukan kepadanya apabila ajalnya sudah dekat. Kemudian Izrail memenuhi permintaan sahabatnya. Ia akan mengirimkan ketiga utusannya apabila Ya'kub sudah mendekati ajalnya. 
Selang waktu kemudian, Izrail datang kembali menemui Ya'kub. Seperti biasa sang Nabi menanyakan perihal kedatangannya. Kali ini jawaban Izrail berbeda, ia ingin mencabut nyawa sang Nabi. Nabi Ya'kub pun terkejut, mengira malaikat ternyata tidak menepati janjinya. Izrail menjelaskan bahwa ia telah mengirim ketiga utusannya diantaranya rambut yang mulai memutih (uban), tubuh yang mulai melemah, dan badan yang mulai membungkuk. Ketiga utusan itu telah datang menemui Ya'kub dan juga yang akan menemui setiap anak cucu Adam. 

Cerita di atas adalah salah satu contoh kematian yang normal, mengalir, dan terjadi sesuat kodrat manusia dari sisi biologis. Namun yang terjadi saat ini adalah peristiwa-peristiwa di luar nalar manusia. Dimana begitu mudahnya nyawa terenggut. Tanpa sadar, sengaja tak disengaja tiba-tiba nyawa sudah tercabut.

Belum lepas dari memori fikiran kita, tragedi tabrakan tugu tani. Para korban ketika itu sudah melakukan koridor hidup untuk mengamankan diri mereka dengan benar, yakni berjalan di pinggir jalan. Kuasa illahi berkata lain, keteledoran seseorang telah membuat mereka menemui Tuhan lebih cepat. Sebagian korban ketika itu adalah anak muda yang baru saja berolahraga. dalam perpektif kesehatan, olahraga adalah salah satu cara untuk menyehatkan badan dan mencegah penyakit, efek dari itu adalah kehidupan yang lebih lama (sisi ilmiah). Fakta yang terjadi adalah mereka kini telah tiada. 

Atau tentang bus yang menabrak sekelilingnya di puncak, pembunuhan, dan tragedi lain yang bisa menghilangkan nyawa. Melihat kejadian-kejadian yang begitu massive, akan menjadi lumrah di teling setiap orang yang tidak mengalami atau terjadi pada keluarga dan kerabat. 
Bisa jadi itu adalah salah satu utusan lain dari malaikat Izrail agar kita lebih peka tentang kematian. Atau ibarat sebuah film, kita sedang melihat malaikat Izrail yang sedang action. Dengan pesan setiap akhir cerita itu adalah "apakah kamu sudah siap menghadapi kematian ?"

Saya berfikir bukan bagaimana kita mati, tapi bagaimana kita siap mengahdapi kematian. Bukankah menyenangkan ketika akhir kematian diiringi dengan hembusan syhadat? Bukan mati normal dengan diiringi musik reggae atau tarian indahmu? 

Imam Ghazali pernah berpesan : 

Wahai murid-muridku ketahuilah bahwa sesungguhnya yang paling dekat dalam kehidupan kita adalah kematian..

Mulailah bersiap dengan situasi dan keadaan apapun, saat sehat dan kuat, kondisi aman dan nyaman. Karena suasana seperti itu bukanlah jaminan untuk tetap hidup. So, keep dzikir dimana pun dan kapanpun... Jangan lupa sebelum tidur berdoa dan bersyahadat,,,, 
Semoga bermanfaat ^_^

Minggu, 19 Februari 2012

Beda kamu dan keledai dalam membaca buku...

Mungkin sudah banyak artikel dan tulisan yang menjelaskan tentang efektivitas dalam membaca. Walaupun demikian, terkadang tips dan trik yang diberikan belum juga menuaikan hasil yang maksimal. Cara hidup dan psikologi individu bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhinya. Ada yang sembari makan permen, tiduran, mendengarkan musik dan banyak pola yang bisa dilakukan demi sebuah kenyamanan.

Ada sebuah kisah yang menarik dari seorang sufi yang berasal dari Turki yang bernama Nasrudin Hoja , dimana ia membandingkan orang-orang yang membaca buku dengan seekor keledai. Bukan dari segi fisik, tapi dari segi sikap setelah membaca sebuah buku.

Ketika itu Nasrudin dihadiahi seeokor keledai oleh sang Raja. Alangkah senangnya Nasrudin. Sang Raja pun berkata kepada Nasrudin untuk mengajari keledai itu membaca. Ia memberikan waktu kepada Nasrudin selama dua minggu untuk mengajarinya. Setelah itu Nasrudin pulang sembari memikirkan apa yang akan ia lakukan kelak agar keledainya bisa membaca.

Tanpa disadari, dua minggu pun sudah berlalu, kini tiba saatnya Nasrudin untuk memperlihatkan hasilnya kepada sang raja. Sang raja menunjuk sebuah buku besar untuk dibaca oleh keledai . Nasrudin dan keledainya mendekati buku tersebut. Nampak sang keledai memperhatikan buku tersebut. Disentuh dengan lidahnya, kemudian membalik halaman demi halaman buku tersebut sampai selesai. Bahagia sekali Nasrudin ketika itu melihat kedelainya berhasil menyelesaikan tugasnya.
Heran dengan hasil yang diperlihatkan, sang raja bertanya kepada Nazarudin tentang cara yang ia lakukan sehingga keledainya bisa membaca. Dengan mantap Nasrudin menjelaskan kepada sang raja bahwa dalam melatih keledai tersebut ia hanya menaruh biji gandum disetiap halaman buku, kemudian keledai membuka halaman-halaman buku tersebut dan memakan makanan yang ada di dalamnya. 

Tak puas dengan penjelasan Nasrudin, kemudian ia menanyakan kembali kepadanya, "bukankah yang keledai itu tidak mengerti apa yang ia baca !?" 
Nasrudin menjawab, "Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan ?"

Bagaimana sahabat sekalian, bukankah itu sebuah tamparan yang menyakitkan ketika kita sudah membaca ribuan halaman namun tak ada satupun halaman yang kita mengerti ataupun kita kuasai ilmunya. Semoga dengan mengingat ini kita bisa memahami dan mendalami setiap kata dan kalimat yang kita baca.
Boleh saja melakukan aktivitas yang membuat kita nyaman dalam membaca, namun tetap untuk awalan selalu ucapkan sebuah kalimat yang indah yang memuja sang Pemilik Ilmu. Kemudian selalu di akhiri dengan mensyukurinya. Cobalah ucapkan setiap kejadian atau hal yang menarik dalam sebuah buku, tak perlu sama kata-katanya dengan isi buku, namun tetap memiliki makna yang sama. Kemudian jika ada waktu tulislah kembali dalam media yang ada seperti blog, buku, file, computer dan lainnya.Karena keledai sudah pasti tak melakukan itu... hehe

Semoga bermanfaat yah... 

*ada beberapa kata yang sengaja saya tulis dengan salah, semoga teman-teman lebih peka yah... ^_^

Selasa, 14 Februari 2012

14 Februari mau melakukan apa?

Setiap tahun selalu ada perdebatan.. apakah Hari valentine haram? 


Negara yang penuh huru hara ini perlu sebuah hari dimana ada suasana kasih sayang,  kehangatan dan kemesraan, dalam lingkup keluarga sosial dan bernegara...
Tak jauh dari ingatan kita beberapa kasus yang menerpa negeri ini, pencurian, pelecehan, penabrakan, dan beberapa aksi yang tak humanisme... Semuanya penuh nafsu dendam, dengki, dan tindakan-tindakan amoral yang tak sewajarnya terjadi di negeri yang katanya ramah tamah ini...


14 Februari adalah hari kasih sayang, katanya begitu... atau ada yang bilang hari Valentine, mungkin ini yang lebih terkenal... lalu muncul gerakan-gerakan lain dihari yang sama, seperti hari berhijab, hari duka cita, hari demostrasi membubarkan ormas, hari selasa dan nama2 yang lain... Kalau ditanya objektivitas itu dibangun dengan julukan atau perbuatan... Aku jawab perbuatan karena itu menggambarkan realitas... Apapun isinya, faktanya tetap ada perayaan dihari ini. Seandainya tak boleh ada hari yang dkhususkan, maka seharusnya tak boleh juga ada hari yang dihujat. Itu sama saja menghilangkan nilai waktu yang ada....


Ada yang bilang Valentine identik dengan sebuah tokoh yang jauh dari sifat keteladanan... Mungkin benar.. bisa iya.. bisa tidak.. Karena faktanya banyak versi yang menuliskan tentang historical dirinya.. namun cap negatif lebih banyak terkandung dalam kisahnya yang terjadi tanggal 14 Februari... Sekali lagi saya tidak mau setiap tanggal 14 februari di cap sebagai hari yang diharamkan yang tak terkecuali... Kita sama-sama tahu, melakukan hal-hal diluar norma agama adalah haram.. apakah memberi coklat itu haram... ? walaupun seseorang itu memberikan coklat dengan berkata selamat hari valentine... ? Dengan niat untuk menyayangi orang yang diberi tanpa ada unsur pelecehan di dalamnya? Atau sang kakek yang menjual boneka hati, baginya ini hari pelecehan atau hari yang penuh rezeki... Tak bisa dipungkiri banyak kejadian amoral yang terjadi menjelang dan pada saat tanggal 14 Februari... contoh adanya sebuah paket yang terdiri dari coklat dan kond*m... Kemudian timbulah berbagai macam persepsi.. wah pasti itu bakal seks bebas.. dan sedikit yg berfikir kalau itu sekedar untuk pasangan suami istri... Saya sangat mendukung sekali ketika pencegahan tentang sex bebas dilakukan... itu bisa jadi amal baik untuk dirinya... Lalu kemudian tanggal 14 Feb berarti jadi hari pahala untuk dirinya... Intinya banyak yang bisa dilakukan untuk tanggal 14 Feb.. Kemungkaran itu akan selalu ada.. setiap saat.. tanggal berapa saja... mungkin ada tanggal  yg tak kita sadari begitu banyak pelecehan terjadi disamping hari ni.. dan tak ada pencegahan ketika itu... 


Tak ada yang salah dengan tanggal 14 Feb.. Semua orang boleh beraktivitas berdasarkan keinginan dan kebenaran hatinya... Selamat beraktivitas...