Sabtu, 19 Maret 2016

Meluculah, tapi.....

Membuat orang lain tersenyum adalah seuatu kebahagiaan. Apalagi jika senyuman itu berasal dari kita. Humor yang renyah ataupun candaan yang kocak sehingga berhasil membuat orang tertawa menjadikan hidup kita lebih dihargai.

Humoris bukan hanya mencerminkan sebagai sebuah sifat, tapi bisa pula mendatangkan pundi-pundi nuang. Di era yang serba terhubung secara teknologi ini, memudahkan seseorang mentransfer kebiasaan lucu atau kreativitas yang bisa mendatangkan senyuman seseorang. Sebagai contoh, MEME adalah visualisasi yang mudah untuk memberikan kreativitas kepada siapapun untuk memberi lelucon.
 
Dari sana terciptalah komunitas MEME, seperti MEME COMIC INDONESIA salah satunya. Dengan banyaknya pengunjung yang mengakses "halaman" tersebut, satu persatu iklan mulai berdatangan. Secara tidak langsung memberikan pemasukan tersendiri kepada admin web tersebut.

Lelucon yang common saat ini di dunia televisi mungkin sudah tak asing lagi. Mulai dari pelawak lawas, pelawak yang jadi presenter sampai stand up comedy yang memberikan warna tersendiri. Ada beberapa yang lucu, ada pula yang biasa-biasa saja. Setiap penonton mempunyai selera luconnya masing-masing.

 Di tengah kepenatan dalam kehidupan, tak bisa dipungkiri bahwa sebuah humor bisa menjadi pelipur stress dan obat dikala suntuk. Yang lelah jadi cerah, yang gantuk jadi terjaga. Ada yang bilang, banyak senyum bikin awet muda. Sangat bermanfaat.

Sesuatu yang bermanfaat ini kadang tak terbendung. Sebagian orang menciptakan lelucon secara berlebihan. Karena tujuan utamannya membuat orang tertawa, mereka melupa akan norma-norma yang harus dipatuhi. Menghina, menjatuhkan sesama, berbohong, menampilkan lawakan vulgar, atau yang paling parah menghina lambang negara. Itu semua yang terlihat baru-baru ini. Yang mereka tampilkan dilihat banyak orang. Tak heran jika disekitar rumah kita banyak anak yang berkelahi karena di awali dengan bercanda, untuk saling berbuat lucu seperti yang ditampilkan di tv-tv.

Membuat orang lain tersenyum tapi dengan menyakiti sebagian yang lain adalah hal yang tidak baik. Melucu boleh tapi tetap pada norma. Jangan menghina dan menyakiti. Dilakukan dengan santun. Hemm... Indah sekali jika para entertainer tetap menghibur tapi tetap memegang norma yang ada.

Ironi "Kebangetan" BPJS


Pelayanan BPJS yang mengerikan itu bukan hal baru di telinga kita. Petugas administrasi/suster yang galak, antrian yang membludak, sistem rumah sakit/birokrasi bisa membuat orang sakit jadi mati mendadak. Padahal setiap orang harus bayar untuk ikut pelayanan ini.
Ditengah carut marut pelayanan, kita dengar karyawan bpjs sendiri menggunakan asuransi lain.
http://economy.okezone.com/…/ternyata-pegawai-bpjs-pakai-as…


Fasilitas double cover, satu BPJS, yang satu asuransi lain. Kalau disuruh pilih tentu akan pilih fasilitas yg terakhir. Siapa juga yg mau ikut bergabung dalam ke"NGERIAN" panjang antrian dan amarah petugas.. Kecuali mereka yang terpaksa (sakit)
Beberapa bulan lalu ada media yg memberitakan gaji dirut BPJS di atas 500 juta. Update terakhir, iuran BPJS naik.
http://m.republika.co.id/…/…/03/11/o3vmaa365-iuran-bpjs-naik

Kita berharap pelayanan kesehatan di gratis kan, tapi malah di naikan. Sedikit lagi, hampir tak ada bedanya dengan ikut asuransi kesehatan swasta yg lain. Cuma yg ini lebih cekak.
Buat saya ini termasuk ironi yang kebangetan. Msih stay positive sih ke pemerintah skrg. Terkadang niat baik pemerintah tidak sejalan dengan dilapangan.