Sabtu, 19 Maret 2016

Ironi "Kebangetan" BPJS


Pelayanan BPJS yang mengerikan itu bukan hal baru di telinga kita. Petugas administrasi/suster yang galak, antrian yang membludak, sistem rumah sakit/birokrasi bisa membuat orang sakit jadi mati mendadak. Padahal setiap orang harus bayar untuk ikut pelayanan ini.
Ditengah carut marut pelayanan, kita dengar karyawan bpjs sendiri menggunakan asuransi lain.
http://economy.okezone.com/…/ternyata-pegawai-bpjs-pakai-as…


Fasilitas double cover, satu BPJS, yang satu asuransi lain. Kalau disuruh pilih tentu akan pilih fasilitas yg terakhir. Siapa juga yg mau ikut bergabung dalam ke"NGERIAN" panjang antrian dan amarah petugas.. Kecuali mereka yang terpaksa (sakit)
Beberapa bulan lalu ada media yg memberitakan gaji dirut BPJS di atas 500 juta. Update terakhir, iuran BPJS naik.
http://m.republika.co.id/…/…/03/11/o3vmaa365-iuran-bpjs-naik

Kita berharap pelayanan kesehatan di gratis kan, tapi malah di naikan. Sedikit lagi, hampir tak ada bedanya dengan ikut asuransi kesehatan swasta yg lain. Cuma yg ini lebih cekak.
Buat saya ini termasuk ironi yang kebangetan. Msih stay positive sih ke pemerintah skrg. Terkadang niat baik pemerintah tidak sejalan dengan dilapangan.