Senin, 21 Januari 2013

Ruroni Kenshin

Sejak kecil saya pernah mendengar sebuah kartun yang berjudul Samurai X. Saya hanya mendengar, belum pernah baca atau menonton. Tapi pernah melihat sekilas gambar. Sejak awal saya tidak tahu film ini menceritakan tentang Samurai X. Saya baru tersadar ketika Kenshin sang tokoh utama berganti kostum dengan pakaian samurai berwarna merah.

Kenshin diceritakan sebagai battousai atau "sang pembantai" ini, mempunyai keahlian menggunakan pedang yang sangat luar biasa. Puluhan bahkan ratusan orang telah mati lewat pedangnya. Sampai suatu ketika ia berjanji untuk tidak membunuh. Ini merupakan pilihan yang berat. Tapi dengan keteguhan dan kesabaran, ia memegang apa yang ditekadkannya.
Bernama lengkap Ruroni Kenshin, ia menyamar sebagai seorang pengembara. Sambil membawa pedang, namun mata pedangnya terbalik. Karena memang dia berniat untuk tidak membunuh siapapun, termasuk musuh lamanya. 
Suatu saat, Kenshin dihadapkan pada pilihan, untuk membela orang-orang yang tidak bersalah, yang dibunuh oleh kelompok yang anti republik. Kenshin pun termenung, membayangkan masa lalunya. Karena membunuh orang yang dosa, sehingga menyebabkan keluarga korban menangis kehilangan. Melihat kejadian tersebut, Kenshin memutuskan untuk membantu Republik. Hebatnya, ia melawan musuh tanpa membunuh, melainkan hanya melukai. Dan musuh terakhirnya pun mati karena bunuh diri. 
Sangat menarik, melihat sebuah tekad yang kuat. Dari kebiasaan yang buruk (membunuh), kemudian dengan konsisten memegang janji untuk tidak berbuat keji. 
Setiap tekad yang baik, pasti mempunyai ujiannya. Hanya yang bersungguh-sungguh yang mampu menghadapi ujian tersebut. 
Nice Ruroni Kenshin

Perjalanan Ke Kantor... Menikmati Banjir

Beberapa pekan yang lalu saya nulis tentang cuaca ekstrem yang melanda dunia. Sehari kemudian, tepatnya tanggal 17 Januari 2013, Jakarta mengalami puncak dari cuaca yang buruk. Banjir kali ini lebih tinggi dari hari sebelumnya. Air menggenangi jalan raya bahkan istana negara. Lalu lintas menjadi pada padat. Banyak kendaraan yang mogok, karena terpaksa melewati genangan. 
Kawasan industri pulogadung bernasib sama. Air merambah dimana-mana. Bahkan ketinggian air sudah hampir masuk ke dalam kantor. Situasi menyeramkan ini membuat beberapa karyawan memarkirkan kendaraannya di depan kawasan dan menuju ke kantor dengan mobil jemputan. Atau menggunakan truk yang disediakan.


Hemm,,, pilihan yang terbaik saat itu. Karena jika motor nekat melintas. Bersiap saja mogok. Kalau saya tidak menggunakan keduanya (motor atau naik truk). Saya lebih memilih berjalan dan menikmati pemandangan ini. Tentunya sambil mengambil gambar, seperti yang terlihat di foto yang saya tampilkan. Selama perjalanan, bukan basah yang saya khawatirkan. Tapi jika ada ular atau hewan liar yang tersembunyi di balik keruhnya air. Alhamdulillah, yang dikhawatirkan tidak terjadi. Namun di tempat lain, ditemukan ular dan biawak. Semoga banjir di Jakarta surut, dan korban dapat terkondisikan dengan sebaik-baiknya. Amiin :)




Rabu, 16 Januari 2013

Tetap Semangat Kawan

untuk sahabatku yang lahir dari rahim yang mulia..
dari Pencipta Yang Maha Mulia..
mungkin aku terlihat aneh hari ini..
tapi aku serius, untuk melihatmu mulai melangkah lagi..
seperti waktu itu..
bersama kita berjalan lugu..
sambil mendang batu...
atau saat kamu berlari cepat sambil melompat....
api hari kamu tertegun rapuh..
wajah ganteng terlihat lusuh..
pakaian rapih seperti kumuh..
seperti nampak dalam keningmu tulisan "aku gagal dan aku gila",,
sebuah fikiran yang bagiku bodoh..
bodoh menganggap gagal seolah-olah kamu sudah meninggal ...

kamu anggap dirimu bodoh...
lihatlah sekitar, orang-orang menganggap kamu pintar...
dirimu seperti tertimpa gunung batu..
tapi orang melihat kamu mempunyai gunung emas...
harusnya kamu bersyukur...

kalau bosan lihat munafiknya dunia..
maka lihatlah senyum sang bunda dan ayaha..
aku yakin itu tulus..
bolehlah menangis hari ini..
tapi besok sudah jatahnya tertawa..
dan lusa waktunya bangkit..
pelan-pelan saja dulu..
seperti langkah semut yg mungil, kecil tapi kuat melewati kerikil..


Cuaca Ekstrem melanda Dunia

Hari ini hujan sering turun, dan menggenangi sebagian wilayah jakarta. Efeknya tidak hanya air yang memasuki rumah warga. Jalanan pun kini terendam. Jakarta yang macet jadi tambah macet. Pengendara jadi tambah mumet. Yang marah jadi tambah marah. Yang hobi mengkritik jadi tambah mencela, mencela pemimpinnya. Semua rasa yang berkecamuk itu tumpah ruah, seperti air yang mengalir di kota metropolitan ini. Saya rasa ini tanggung jawab bersama, tidak hanya institusi pemerintahan, tapi juga masyarakatnya. 

Cuaca yang ekstrem terjadi di belahan dunia. Sampai-sampai dosen dikampus saya menyuruh mahasiswa membuat tulisan tentang sun activity. Di beberapa negara mengalami cuaca yang buruk dibanding puluhan tahun sebelumnya. bandai sandy di Amerika. Cina mengalami musim dingin yang tak biasa. 3,8 derajat celcius dibawah nol. Namun di Antartika sudah mencapai 89.2 derajat celcius. Di timur Tengah, terjadi banjir bandang dan salju yang menumpuk begitu tinggi. Di Australia sebaliknya, cuaca panas ekstrem terjadi. Bayangkan, 41,8 derajat celcius. Gelombang panas yang menyulut api dan menyebabkan kebakaran. Di Indonesia pun demikian, angin kencang disertai curah hujan yang banyak menimbulkan banyak hambatan bagi masyarakat. Akibatnya, banyak pohon yang tumbang, banjir, dan kondisi kesehatan masyarakat yang terganggu. Dan masih banyak lagi fenomena alam yang tidak bersahabat.

Tuhankah yang marah..
Atau manusia yang berulah...
orang-orang yang tak tahu malu...
menganggap diri tak bermasalah...
tak mau belajar tentang sejarah...
ketika daratan dipenuhi air bah...
gunung yang berguncang keras dan gempa...
sebagian bumi yang dibalikan membuat yang berdiri diatas musnah...

air yang mengalir tak tahu apa-apa....
mengapa disalahkan...
mereka yang nyampah...
mengapa tak diancam...
tak adil buat bumi...
tempat yang dihujat sekaligus dihuni...
dalam berbisi kmungkin bumi ingin berteriak...
"Jika Tuhan menghendaki
Bersiaplah wahai pendudukku (bumi)
akan ku keluarkan isiku, dan menabrakan diri ke planet"
kemudian hancur lebur, tak ada satupun diantara kamu...
ya, aku dan kamu hancur,,,"
yang hanya menunggu waktu...

Tuhan, ajari kami cara menghargai..
menghargai alam..
menghargai sesama...

Telah nyata kerusakan di darat dan di laut dari sebab perbuatan tangan manusia, supaya mereka deritakan setengah dari apa yang mereka kerjakan, mudah-mudahan mereka kembali."
(Ar Rum : 41)

Kamis, 03 Januari 2013

Memperbaiki Diri dalam Berkendara

Sebenarnya saya ingin menuliskan ini beberapa pekan yang lalu. Sebelum beritanya marak dibicarakan media dalam beberap hari ini. Tentang kecelakaan. Iya tentang kecelakaan lalu lintas. Pasti yang ada dibenak temen-teman adalah mengenai putra seorang menteri yang menabrak mobil luxio, lalu mengakibatkan dua korban jiwa, dan sampai saat ini proses hukumnya masih adem ayem. Sebenarnya bukan itu.
Saya ingin cerita sedikit. Enam tahun yang lalu, guru saya pernah memberikan sebuah hadits nabi. Bunyinya "jangan menyakiti dan jangan balas menyakiti". Secara arti begitu mudah dipahami. Jangan mengganggu orang, seandainya diganggu maka jangan balas mengganggu. Saat seseorang mencuri, maka jangan dibalas mencuri.  Saat dijahati makan jangan balas menjahati. Kurang lebih maknanya jangan pernah melakukan keburukan, dan jangan pernah membalas keburukan. Karena itu perbuatan tecela. Dalam islam itu termasuk dosa. Sudah pasti setiap kita wajib menghindarinya. Menghindari artinya tidak mendekati, tidak pula melakukan.
Lalu apa hubungannya cerita hadits dengan kecelakaan ? Saya mencoba menggaris bawahi hadits tadi "Jangan Menyakiti". Apakah kasus Afriani (xenia maut) itu tergolong kasus menyakiti ? Saya rasa iya, karena ia mengendarai mobil dalam keadaan tanpa sadar. Kalau kasus Rasyid jujur saya kurang tahu. Kalau memang dia terbukti kebut-kebutan, sudah jelas ia salah. Nah, mungkin temen-temen termasuk saya, pernah melakukan pelanggaran lalu lintas. Misalnya lewat jalur busway, kebut-kebutan, mengendarai tanpa kelengkapan pengamanan (contoh :helm), nerobos lampu merah, dan lain-lain yang dapat membahayakan diri dan orang lain. Beruntung jika tak terjadi laka lntas. Naas jika terjadi. Itulah yang saya maksud dengan menyakiti orang lain. Bisa jadi musibah itu berasal dari kita, karena kelalaian yang dianggap remeh, sehingga menyebabkan orang lain celaka (tersakiti). Untuk itu, hal-hal seperti ini wajib kita hindari,, agar tak menyakiti orang lain. 
Sebelum saya akhiri, saya sempat mencari gambar untuk tulisan ini dengan judul "laka lantas" di google. Ya Rabb,,, sedih banget saya lihatnya. Melihat korban yang begitu mengenaskan. Ya Rabb,, muliakanlah kematian saya dan pembaca dengan khusnul khatimah. Amiin,
just imagine, memperbaiki diri dalam berkendara

Rabu, 02 Januari 2013

Malam Tahun Baru @Office

Berpakaian tebal, sambil melirik kelayar monitor dan perangkat transmisi. Empat telepon yang bergantian berdering, seakan-akan mengingatkan "ayo kerja".  Sejak pukul 16.00 saya mulai disibukan dengan tayangan live report dari berbagai titik di Indonesia. Yaap,, ini semua tentang malam tahun baru yang sepertinya sudah menjadi tradisi masyarakat dunia bahkan Indonesia untuk merayakannya. Sebuah selebrasi yang biasanya disimbolkan dengan petasan dan trompet. Jujur deh, saya gak tau apa hubungannya terompet dan petasan di malam tahun baru. Hemm,, sibuk sekali malam itu, ditambah saat pulang ditemani hujan rintik-rintik,,,, begitu romantik... hehe

what's on your mind ?

Malam ini begitu hening. Biasanya tetangga sebelah meramaikan malam dengan gitar dan tabuhan galon yang mereka pakai sebagai gendang. Alat itu yang sering mereka pakai untuk berdendang. maklumlah, saya tinggal dilingkungan yang padat penduduk, dengan setumpuk bata ataupun triplek yang menjadi batas rumah. Sehingga suara yang keluar dari rumah sebelah dapat didengar.
Kesunyian yang jarang seperti ini, membuat malam seperti berkilau, atau memang suasana hati saya yang sedang galau. Lupakanlah !. Teringat sebuah kalam Illahi dan sebuah buku yang saya baca sore tadi. Keduanya sama-sama menjelaskan tentang iman. Sebuah kata yang sering didengar, dan sering pula terlupa. Tapi malam itu saya ingat. 
Sambil rebahan, saya coba membuka media berita online. Hari ini isinya penuh dengan duka cita, dari cerita negara yang kemalingan (dikorupsi) sampai kecelakaan lalu lintas. Bosan dengan berita, beralih ke sosial media. Apalagi kalau bukan facebook dan twitter. Saat membuka home (facebook), terlihat sebuah tulisan "what's on your mind ?" . Jujur, di mobile phone tertulis demikian, namun via pc/laptop tulisan itu beruba-ubah. Kalau saya perhatikan ada beberapa jenis, diantaranya :
"How are you felling, Dion ?"
"What's happening, Dion ?"
"What's going on, Dion ?"
"How's it going, Dion ?"
Anggaplah hari itu facebook berubah menjadi manusia dan mengatakan itu semua kepada kita. Pasti teman-teman saya yang punya retorika berlebih (alay) akan bilang "kepo bangets sih ?" hehe
Back to iman. Dari beberapa pertanyaan (facebook) itu saya teringat tentang iman. Bisa jadi ini efek buku dan kalam Illahi yang dibaca tadi. Pertanyaan itu seolah-olah berubah dengan beberapa pengingatan khususnya untuk saya sendiri :

what's on your mind ?
apa kamu masih beriman ?

what's on your mind ?
sudah berapa banyak kamu membaca Al-Qur'an?

what's on your mind ?
apa kamu masih menjadikan Rasulullah sebagai teladan ?

what's on your mind ?
apa kamu yakin dengan amalmu sekarang bisa menjadi andalan ?

what's on your mind?
amalan sunnah itu apa masih kamu remehkan ?

what's on your mind ?
apa infakmu benar-benar kamu ikhlaskan ?

what's on your mind ?
apa kamu mengatakan sesuatu yang tak kamu kerjakan ?

what's on your mind ?
apa kamu masih ingat, tentang amanah yang akan dipertanggung jawabkan ?

what's on your mind ?
apa di hatimu masih ada Tuhan ?

Sejenak saja merenungkan hal itu semua. Kemudian mencoba berbagi dengan kawan-kawan yang lain. Karena berbagi yang indah adalah berbagi kebenaran. Kalimat singkat tersebut seakan menjadi sebuah intruksi, tentang berbagi nasehat atau memberikan status yang informatif. Maafkanlah saya yang khilaf. Yang mencoba berbenah diri dan memberikan sesuatu yang baik.