Mungkin sudah banyak artikel dan tulisan yang menjelaskan tentang efektivitas dalam membaca. Walaupun demikian, terkadang tips dan trik yang diberikan belum juga menuaikan hasil yang maksimal. Cara hidup dan psikologi individu bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhinya. Ada yang sembari makan permen, tiduran, mendengarkan musik dan banyak pola yang bisa dilakukan demi sebuah kenyamanan.
Ada sebuah kisah yang menarik dari seorang sufi yang berasal dari Turki yang bernama Nasrudin Hoja , dimana ia membandingkan orang-orang yang membaca buku dengan seekor keledai. Bukan dari segi fisik, tapi dari segi sikap setelah membaca sebuah buku.
Ketika itu Nasrudin dihadiahi seeokor keledai oleh sang Raja. Alangkah senangnya Nasrudin. Sang Raja pun berkata kepada Nasrudin untuk mengajari keledai itu membaca. Ia memberikan waktu kepada Nasrudin selama dua minggu untuk mengajarinya. Setelah itu Nasrudin pulang sembari memikirkan apa yang akan ia lakukan kelak agar keledainya bisa membaca.
Tanpa disadari, dua minggu pun sudah berlalu, kini tiba saatnya Nasrudin untuk memperlihatkan hasilnya kepada sang raja. Sang raja menunjuk sebuah buku besar untuk dibaca oleh keledai . Nasrudin dan keledainya mendekati buku tersebut. Nampak sang keledai memperhatikan buku tersebut. Disentuh dengan lidahnya, kemudian membalik halaman demi halaman buku tersebut sampai selesai. Bahagia sekali Nasrudin ketika itu melihat kedelainya berhasil menyelesaikan tugasnya.
Heran dengan hasil yang diperlihatkan, sang raja bertanya kepada Nazarudin tentang cara yang ia lakukan sehingga keledainya bisa membaca. Dengan mantap Nasrudin menjelaskan kepada sang raja bahwa dalam melatih keledai tersebut ia hanya menaruh biji gandum disetiap halaman buku, kemudian keledai membuka halaman-halaman buku tersebut dan memakan makanan yang ada di dalamnya.
Tak puas dengan penjelasan Nasrudin, kemudian ia menanyakan kembali kepadanya, "bukankah yang keledai itu tidak mengerti apa yang ia baca !?"
Nasrudin
menjawab, "Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik
halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti
isinya, kita disebut setolol keledai, bukan ?"
Bagaimana sahabat sekalian, bukankah itu sebuah tamparan yang menyakitkan ketika kita sudah membaca ribuan halaman namun tak ada satupun halaman yang kita mengerti ataupun kita kuasai ilmunya. Semoga dengan mengingat ini kita bisa memahami dan mendalami setiap kata dan kalimat yang kita baca.
Boleh saja melakukan aktivitas yang membuat kita nyaman dalam membaca, namun tetap untuk awalan selalu ucapkan sebuah kalimat yang indah yang memuja sang Pemilik Ilmu. Kemudian selalu di akhiri dengan mensyukurinya. Cobalah ucapkan setiap kejadian atau hal yang menarik dalam sebuah buku, tak perlu sama kata-katanya dengan isi buku, namun tetap memiliki makna yang sama. Kemudian jika ada waktu tulislah kembali dalam media yang ada seperti blog, buku, file, computer dan lainnya.Karena keledai sudah pasti tak melakukan itu... hehe
Semoga bermanfaat yah...
*ada beberapa kata yang sengaja saya tulis dengan salah, semoga teman-teman lebih peka yah... ^_^

