Menghampiri keceriaan orang-orang yang telah merindukannya. Ingin membuktikan cinta atas orang-orang yang telah mengakui cinta kepadanya...
Adakah yang telah membaca berlembar-lembar Al-Qur'an hari ini?
Adakah yang telah sholat jamaahnya tidak terputus sampai hari ini?
Adakah yag mulai meramaikan malam-malam untuk berjumpa dengan Tuhannya, tidak sekedar hanya untuk mengisi perut?
Adakah yang mulai untuk saling berbagi walau dihadapkan dengan kesulitan yang mendera dan harus mementingkan saudaranya?
Adakah sikap-sikap jahiliyah itu mulai hilang pada hari ini?
Masih adakah dendam dan amarah setalah berjanji untuk memaafkan?
Apakah cinta yang telah diucapkan itu benar-benar dibuktikan?
Ya Allah,,, maafkan lah hamba-Mu yang lalai ini...
Ya Allah,,, maafkan lah hamba-Mu yang lalai ini...
Seorang perindu dan pecinta sejati, pasti bisa lebih melakukan semua itu. Bahkan mereka bisa melukiskannya dengan lebih indah. Membuat waktu seakan-akan tak mau pergi dan membiarkan mereka berdampingan dalam balutan nuansa kesyahduan dalam beribadah. Tak ada masalah lapar dan dahaga di sana. Apalagi menyalurkan maksiat pada saat itu. Semuanya full dengan Muraqabatullah... Bahkan sang pecinta itu sedih, ketika waktu yang terbuang dengan banyak tertidur..
Kehidupan sosial sontak berubah, tayangan adzan maghrib yang biasa diganti ketika hari-hari biasa, menjadi tayangan favorit dan ditungu-tunggu..
Makanan telah dihidangkan ketika menjelang senja... menanti insan yang akan mengambil haknya...
Ya,,, Hari pertama ini begitu luar biasa... Hampir semua waktu sholat selalu penuh oleh jamaah... Alhamdulillah..
"Ya Allah ya Tuhan kami, Jadikan hari-hari esok dan hari-hari biasa setelah bulan ini, menjadi seperti hari pertama di Bulan Ramadhan"
Semoga kebiasaan tahun-tahun sebelumnya tak terulang...
Jamaah itu kian lama, kian mundur perlahan...
Terik siang tak sibuk dengan amalan melainkan dengan rasa lapar...
Waktu lebih banyak mengeluh dan tidur...
Berbelanja menjadi pilihan utama dibanding memanfaatkan waktu dengan bulan yang dianggap dicinta,,,
Adakah orang-orang yang masih konsisten (istiqamah) di jalan ini?
Jika ada berapa jumlahnya?
Lalu yang lain kemana?
Apakah kerinduan itu hanya ada pada sekedar botol sirup dan es buah yang dihidangkan?
Kue-kue dan aneka jenis makanan yang dibeli atau dibuat?
Atau suasana serba baru nanti di akhirnya?
Ya Allah.. begitu hinakah hamba menjadikan bulan ini sebagai mitra dagang?
Bukan kekasih...
Sahabat musafir yang budiman...
Masih ada waktu.. mari kita manfaatkan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya,,,

