Apa kabar sahabat musafir?
Tulisan kali semoga bisa menjadi nasehat untuk teman-teman dan juga pribadiku tentunya...
Alhamdulillah, insyaallah beberapa jam lagi akan menjemput bulan yang mulia, dimana di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan, seperti firman Allah dalam surat Al-Qadar :
Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
Di tengah terpaan budaya dan teknologi yang mengiringi kehidupan kita, sudah jelas bisa jadi faktor yang bisa merubah pola hidup dan perilaku sehari-hari kita...
Mempengaruhi fikiran dan perasaan, yang tadinya koleris (keras), menjadi melankolis (mendayu-dayu)...
Apapun perubahan yang terjadi patutlah yang ke arah positif yang membuat hidup menjadi produktif. Namun jika sebaliknya harus cepat-cepat sadar diri, agar tidak terjerumus lebih jauh. Apalagi di bulan Ramadhan ini haruslah digunakan dengan kegiatan-kegiatan yang penuh manfaat. Karena terlalu disayangkan kesempatan ini dibuang...
Daripada kita membuang hal-hal yang bermanfaat untuk Ramadhan, lebih baik kita menjauhi bahkan membuang sifat-sifat yang seperti di bawah ini :
1. Alay (agak Lebay)
"4LH4MDUL1LL4H D1 H4R1 P3RT4M4 R4M4DH4N 1N1 T4H47UD 4KYUU KHU5YU' 84N63T, D4N T4R4W3H T4D1 M4L4M 83N4R-83N4R 45Y1K, 4P4L491 53T3L4H 1TU 4KYUU 84C4 4L-QUR'4N 54TU L3M84R, C3M4N64T PU4C4" ^_^
haha,,, jadi ketawa-ketawa nulisnya.... nah ini salah satunya. Poinnya bukan di tulisan 4l4y nya, tapi bagaimana tulisan itu diungkapkan. Setiap amalan memang bergantung pada niatnya, ketika hal-hal yang membuat hati menjadi bermakna dihadapan Allah, biasanya cuma diri dan Allah saja yang tau, ya sama lah seperti orang yang pacaran, dimana ia tidak akan memberitahu teman-temannya apa yang ia lakukan bersama sang pacar, karena saking rahasianya, dan memang tidak perlu karena memang bukan pada tempatnya. Permasalahan yang besar adalah dikhawatirkan ini bisa menjadi faktor yang menghilangkan pahala. Terlalu disayangkan amalan yang berbobot besar itu menjadi sia-sia dikarenakan ingin orang lain tau
"Amalan kecil bisa menjadi besar dikarenakan oleh niat, dan amalan besar bisa menjadi kecil dikarenakan pula sebuah niat."
Jadi alangkah baiknya jika amalan-amalan kita menjadi rahasia percintaan kita dengan Allah, sehingga Allah pun ridha mencintai kita. Insyaallah
2. Galau
Galau adalah buah atas ketidakpastian pendirian dan sikap, sehingga fikiran terbang mencari jenis kenyamanan seadanya, kelamaan bisa berkerak dan sulit dihilangkan, ada yang menyebutnya futur..
wah kacau nih kalau seperti ini, harusnya bisa baca qur'an berlembar-lembar, jadi malah update ribuan status perasaan... mending updatenya tentang ayat Qur'an atau hadist, tapi ya biasalah ga jauh dari C.I.N.T.A (sama yg bukan istri) :)
Ini memang virus yang lagi musim, ya kalau dibilang futur, kita memang tidak bisa menafikan hal itu, namun kita bisa melihat penyebabnya. Ada sebuah ayat yang begitu mendalam :
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yg lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang yg fasik"
(Alhasyr : 19)
MasyaAllah... begitu sombongkah diri ini sehingga melupakan Sang Khalik ? Sekejap pun tidak pantas kita melupakan-Nya, wajar seandainya rasa bingung terhadap diri sendiri melanda, ya bisa jadi disebabkan karena kita lupa dalam mengingat-Nya. Solusinya adalah kita harus kembali mengingat Allah. Memohon ampun ketika perasaan yang terombang ambing itu mendera, kemudian menjauhi ketidak manfaatan, agar Ramadhan ini benar-benar bermakna...
3. Labil
Nah, satu lagi nih virus yang patut di waspadai, jika terkena mau tidak mau harus segera di obati, agar Ramadhan ini tak ternodai...
Di hari pertama Ramadhan semangat, shalat wajibnya full jama'ah, tilawah 20 lembar sehari, duha, QL, taraweh ga perlu ditanya, dilahap itu semua. Namun beberapa hari setelah itu...? Ibadah mulai menurun, sudah malas ngejalanin ibadah itu semua, lebih fokus ke rasa laper yang ada di perut. Semuanya benar-benar nurun drastis. Memang sesuai sabda Rasulululah
"Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.”
(HR Ibn Hibban)
Masalahnya seandainya hal ini terjadi di bulan Ramadhan. Karena kita usahakan sekecil apapun kita tak boleh berbuat kesalahan di bulan ini. dan seandainya itu terjadi...? Mau tidak mau kita harus sadar bahwasanya amalan kita sudah menurun, dan itu adalah sebuah kesalahan besar di bulan ini. Amalan kita boleh saja turun, tapi tidak boleh di bawah rata-rata. Karena kalau sudah jauh di bawah, bahkan dibumbui oleh kemaksiatan itu namanya bukan futur lagi, tapi sudah "ngedableg". Jika sudah sadar akan penurunan itu, kita harus mengejar hal-hal yang kurang dan membayar amalan yang sudah kita tinggalkan. Kita harus membayarnya penuh, sehingga hasilnya bisa cumlaude. :)
Jangan sampai, targetan yang sudah kita buat menjadi sia-sia. Planing menjadi tak tercapai karena penurunan kualitas keimanan. Ucapkan istighfar, syahadat lalu berwudhulah, agar semangat itu bisa muncul lagi.
Sahabat Musafir yang dimuliakan Allah..
Alay, Galau dan Labil adalah salah satu cara syaitan merusak amal ibadah kita. Membuat Ramadhan seolah-olah begitu berat untuk dijalankan. Sehingga yang didapat hanyalah rasa lapar dan dahaga saja. Na'udzubillah tsumma Na'udzubillah... Semoga kita bisa manfaatkan momentum Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya.
Amiin Insyaallah




