Sering kali lupa atau menjadi ragu, padahal pernah komunikasi seandainya mau tahu...
Melekat dalam gelap yang pekat...
Mengumpat untuk jiwa yang tak mau melihat..
Ialah hati yang ada di dalam sanubari..
Raga selalu dikelilingi rekan yang biasa disebut sahabat atau teman...
Milyaran kata selalu terucap tanpa lelah, selalu ada saja...
Nikmat sekali bercanda dan bergaul penuh mesra dengan mereka...
Tak sedikitpun pendengaran bosan dengan macam-macam warna berita yang dikabarkan...
Baik yang halal, haram pun tak jadi masalah...
Ketika kesunyian datang, tak ada lagi yang bisa diucap dan didengar kecuali diam..
Ada banyak cerita tentang kegundahan...
Memilih dan mencari...
Memilih rekan yang bisa dimengerti..
Mencari masukan dari sang kawan..
Ada saja peperangan pilihan dalam menentukan sebuah jwaban...
Setelah itu,,,yang terlihat hanya kerancuan dan kekacauan...
Banyak orang sudah menanti...
Mereka tau siapa yang ditunggu-tunggu..
Sang orator, dengan mata mempesona...
Bicara tentang ini itu, sini sana..
Sang pendengar terbelalak...
Setelah itu semua bubar...
Hati sang orator berkata...sepi entah kemana...
Kini semua telah pergi...
Diri tak berkawan dengan sesama raga...
Tak ada yang tau entah kemana...
Sementara masalah selalu ada saja...
Gundah gulana...
Kemudian menangis...
Kemudian tertawa...
Jiwa kembali mengalami kegalauan...
Tak tau tak mencari apa...
Kemudian,,,para tetangga menyebutnya labil...
Setelah itu kembali bersedih..
Ada yang terlupa dan sangat kita lupakan... Sesuatu yang sangat berharga, yang penulis sebuat di awal kata...
Teman yang terbentuk sejak lahir...
Sahabat yang siap menemani sampai akhir...
Ialah hatimu...
Yang menunggu-nunggu berdiskusi dan mendengar curhatanmu...
Ia bisa berfikir jernih seadainya kamu mau...
Sekali lagi ia menunggumu..
Kesalahan yang mendasar adalah kita terlalu banyak berbicara dengan orang lain...
Terlalu lama mendengarkan orang lain..
Melupakan intan yang selalu beriringan dengan raga...
Sedikit sekali beriteraksi dengan hati sendiri...
Hati tak pernah malu mendengarkan lukamu...
Dia tidak ragu pula, untuk memberikan solusi atas masalahmu...
Menunggu diri dan hati bersatu...
Hanya berdua...
dan selalu menunggu saat-saat itu....
