Pemuda tampan ini selalu ada saja fansnya...
Baik di sekolah atau dikampus, ia selalu mempunyai kesan yang baik dimata teman-temannya...
Dalam kesehariannya, ka Bagas bisa dibilang lurus-lurus saja...
Karena memang tak ada kejahilan yang sering ia lakukan, bahkan ia termasuk orang yang humoris...
Teringat ketika SMA, aku lihat ia berjalan menuju kelas, dari lantai dua ternyata ada yang meneriakinya
"Ka Bagas, Ka Bagas"
Dan ketika ia melewati suatu kelas, sering kali siulan berambat ditelinganya...
"Eh ada ka Bagas, suit..suiwwwwt!"
Haha,, lagi-lagi banyak gadis yang dibuat melting olehnya..
Memang deh ka Bagas oke banget, selain aktif kegiatan sekolah, ia memang termasuk murid yang pintar, anak IPA gitu loh...
Ada pemandangan yang lebih heboh lagi, ketika dia selesai sholat, ia duduk di laman mushola,,,dan ternyata ada gadis-gadis yang lagi fotoin dia tanpa sepengetahuannya... ckck.. ada-ada saja...
Sejak kuliah Ka Bagas terlihat sedikit berbeda....
Rambutnya sedikit klimis dan ga banyak gaya....
Sampai-sampai hampir terlihat seperti anak Mushola..
Temannya bilang, dia ga suka lagi dengar lagu MCR, Linkin Park dan musik rock lainnya...
Haha, ternyata dia beralih kemusik nasyid dan kesenanganya Snada...
Oh ternyata dia berubah karena itu...
Berubah karena sesuatu yang membuat melting hatinya...
Ketika dia menginap dirumah Rosyid, dia selalu rajin subuh berjamaah...
Kata Rosyid, "Si Bagas hatinya meleleh dan tersentuh banget setelah dengar muraja'ah anak-anak dimasjid"
"Dia malu,,malu bener, udah gede gitu setengah juz masih kurang"
"Tiap Sholat yang dibaca kalau ngga kulhu atau annas doang"
"Yah wajar dah tuh bocah mulai sering nagafalin al-Qur'an sekarang"
"Apalagi pas diajak mabit di masjid BI, nambah melting tuh anak saat QL dan muhasabah diri"
"Hatinya bagai teriris sama duri"
"karena yang dia bingungin adalah bagaimana hidup setelah mati"
Melting dirinya karena sentuhan iman, menambah melting hati orang-orang yang ada disekitarnya, baik laki-laki ato perempuan...
"Perubahan menuju iman sebuah perjalanan yang butuh proses dan konsistensi yang panjang. Dan hidayah itu haruslah direngkuh dan dijemput oleh setiap insan. Mereka sudah menunggu dipelupuk mata. Jangan biarkan adzab menjembatani pertemuan antara kita dengannya."
(catatansangmusafir)
