Kicau burung seolah-olah sedang berdzikir kepada Rabb-nya...
Seiring dengan seruan kalimat-kalimat tauhid yang menjelang ashar ini begitu ramai dikumandangkan..
LA ILAHA ILLALLAH
LA ILAHA ILLALLAH
LA ILAHA ILLALLAH
Tak habis-habisnya kata itu terucap mengiringi cucu adam yang akan segera dimakamkan..
Ada apa ini...sapa sang burung yang baru datang...
Lihatlah kawan, betapa bahagianya ia..
Tak habis-habisnya kalimat takbir dan tauhid menggetarkan tempat itu...
Ribuan doa telah dipanjatkan...
Berharap sosok itu kembali dalam pelukan Tuhan dengan rasa nyaman...
Ketika adzan sudah dikumadangkan,,,barulah sang burung tersadar..
Bak presiden yang telah mangkat...
Mata kamera fokus menikmati pemandangan mereka...
Namun ini sangat sederhana...
Tak ada upacara hormat-hormatan...
Tak ada tentara yang berbaris rapi, kecuali warga disana yang kumpul dalam satu kesedihan...
Tak ada eksklusivitas yang terlihat...
Semua bisa menjamah sang presiden...
Hidupmu membuka hidup orang..
Kata-katamu tegas, lugas dan jenaka...
Yang mendengkur menjadi tertawa...
Yang takabur menjadi sadar jiwa...
Kau buat pesan dan agama ini begitu mudah dicerna..
Aku tau citamu sampai saat masih belum sempurna...
Ketika kau pergi, kau hanya meninggalkan video dan rekaman ceramahmu...
Tak bosan-bosan aku mendengarkan...
Karena aku mengagumimu sejak pertama kali aku mengenalmu...
Selamat jalan aktivis dakwah...
Engkaulah presiden agama dalam tubuh bangsa ini...
tribute to ZMZ
Selasa, 05 Juli 2011
Presiden Agama dalam tubuh Bangsa
2011-07-05T15:40:00+07:00
Dian Rusdiyanto
sastra|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
