Purnama nampak elok dalam payung malam...
Terlihat mata yang mencolok yang mengharap keteduhan dalam keheningan...
Hingar bingar alunan drum dan gitar memecah kumpulan bintang-bintang..
Tak luput hati yang begitu syahdu juga tertampar...
Dalam diam hatinya berbisik....
Manfaatkah yang mereka lakukan....
Melompat-melompat...
Menggeleng-geleng kepala...
Campur aduk wanita yang bukan saudara...
Itukah dzikir mereka...
Pantaskah hal itu dalam memuja Tuhannya...
Diiringi kicau gemuruh suara orang bertato yang tidak karuan..
Suasana yang gaduh itu terasa nikmat....nikmat sekali...
Merasakan syurga diatas rumah setan...
Hatinya diam bukan tak peduli...
Hati merasa malu dan sakit hati...
Membiarkan mereka dalam pelukan setan...
Menasehati malah dituduh menjadi setan...
Mengaji disuruh pelan-pelan agar tak mengganggu musik yang berdendang...
Apa yang salah?
Ya Rabb, jika aku peduli terhadap makhlukmu...
Apa mereka milikmu atau milikku?
Membalikan kondisi bumi yang semakin pilu...
Apakah ini bumimu atau bumiku...?
Susah payah mengganti nyanyian mereka dengan firmanMu..
Kami ingin bersama-sama dalam sujud kepadamu...
Dalam untaian firman-firmanMu...
Bukan disaat kuping ini nikmat akan alunan kegaduhan..
Dalam untaian firman-firmanMu...
Bukan disaat kuping ini nikmat akan alunan kegaduhan..
Agar tak ingin erat-erat dalam pelukan setan...

