Selasa, 03 Desember 2013

Ragu Ragu tapi Seru - Pendakian Gunung Slamet (2)

Akhir-akhir ini sebenernya lagi males nulis.. enakan ngobrol... menyampaikan maksud sambil bercerita.... Apa daya karena sudah terlanjur membahas tentang Pendakian Slamet, jadi dilanjutkan untuk sesi yang terakhir...

Agak terasa janggal bagii pemula seperti saya. Baru sampai di kaki gunung sudah merasakan dua hal yang terasa kontras. Ketika beristirahat di dalam ruangan, suhu terasa dingin, menusuk tulang. Lalu saya beranjak keluar mencari penyegaran, merasakan hangatnya matahari yang mengintip di balik kabut. Dinginnya masih terasa di tulang, sedangkan panasnya matahari yang menyengat begitu terasa di kulit. Kalau ada cherrybelle pasti mereka akan bilang "Dilema" :D

Salah seeorang dari teman kami kembali ke basecamp. Menyampaikan informasi yang baru saja di dapat. Amazing (Masya Allah), Alhamdulillah... pendaki yang tersesat telah ditemukan dalam kondisi yang begitu mengenaskan. Kasihan. Tapi alhmadulillah selamat... Ada beberapa picture yang terekam di hp fahmi tentang si korban. Berharap saat pendakian kita mengalami nasib yang baik.. Amiin


Matahari semakin meninggi. Izin pendakian pun telah disetujui. Semua bersiap. Sebelum jalan, semua sholat. Setelah sholat kami pun belum melakukan pendakian. Kami terlebih dahulu melakukan ritual wajib. Foto-foto. ^_^

and.. Goooo... Pendakian dimulai. Bismillahirrahmaanirrahiim...
Setapak demi setapak kita lalui. Hamparan perkebunan menjadi pemandangan awal perjalanan. Kami berjalan dengan semangat bak arimau yang mengejar mangsa. Fahmi sebagai pembuka jalan. Dan Sapta menempati posisi paling belakang untuk menjaga keamanan.. hehe
Break... (terdengar lirih dari salah satu anggota kami)... Perjalanan pun terhenti. Istirahat sejenak. Mengawali 7 menit awal pendakian kita... hehe

Saya menilai ini sebagai kondisi yang wajar. Adaptasi suhu memang perlu dilakukan. Agar suhu tubuh bisa mengimbangi oksigen yang semakin menipis. Setelah istirahat, perjalanan pun dilanjutkan. Dan... Break... (istirahat lagi).... menandakan isitrahat kedua setalah 15 menit perjalanan dari awal. hehe
Kondisi seperti ini membuat saya dan Sapta gelisah. Karena pendakian dimulai dari jam 2 siang. Sementara target kami ngecamp di pos 5 masih terlalu sangat sangat jauuuuh. Kemungkinan  yang terjadi adalah kami tiba dilarut malam. Bisa jadi tiba di pos 5 jam 2 pagi kalau selalu istirahat seperti ini. Akhirnya kami berkomitmen untuk istirahat sebentar dan lebih lama berjalan. Selain itu juga harus pandai-pandai me-manage air. Karena di gunung ini, air yang kita bawa itulah yang kita minum. Tak ada mata air di musim kemarau. Di basecamp pun air yang tersedia hanya sedikit.  Kalau saya ibaratkan, segelas air disana sama dengan sebatang coklat silver***en. Cukup mahal kan... ^_^
And then, satu setengah jam perjalanan, tibalah di pos 1.

Menuju pos 2, hari sudah semakin gelap. Semua fokus dengan langkah kaki. Adu cepat dengan matahari yang segera terbenam. Menjelang maghrib, kami tiba di pos 2. Kamu istirahat cukup lama. Sembari makan makanan yang ada, sembari membuat makanan untuk di pos 5.
Hari sudah semakin gelap. Kabut tipis mulai meraba kulit. Baju hangat dan sejenisnya mulai terpasang lengkap. Setalah berberes-beres, perjalanan dilanjutkan. Dengan komitmen yang sama, istirahat sejenak, manage air dan semangat berjalan. Sebenernya agak kecewa, di pos ini sampai pos 5 tak ada dokumentasi. Wajar sih, kegelapan agak kurang bersahabat dengan kamera. Atau bisa jadi yg di foto berempat, bisa jadi berlima... hihihihi (horor religi) :P
Gelapnya malam membantu kami berjalan. Fikiran dan hati hanya fokus dalam melangkah. Tak peduli seperti apa bentuk medan. Karena biasanya (hasil diskusi sama temen). Perjalanan malam bisa lebih cepat daripada perjalanan siang hari. Di malam hari kaki hanya fokus melangkah. Di siang hari kaki fokus melangkah dan fikiran memikirkan medan, serta hati yang ngedumel teriak kapan sampai. Jadi memang terlambatnya kami cukup membawa keuntungan. 4 jam berjalan, tibalah kami di pos 5.
Dengan susah payah tenda dibangun diiringin gerimis plus suhu yang dingin. brrrr... Yang lain ada yang masak dan menyiapkan makanan. Perut jadi tak sepeti biasanya. Makanan belum mateng bener pun dimakan... hehe... Ya namanya juga digunung,,, sekecil apapun nikmat harus disyukuri. karena disinilah kita belajar kehidupan dari alam. dari Tuhan ^_^........ Time to sleep... Wajib bangun jam setengah 2... Ujung-ujungnya jam 2 :)

Denger-denger sih ada yang ga bisa tidur. Tapi saya koq nyenyak ya. :)
Jam 2 pagi perjalanan dilanjutkan... Menuju sebuah bonus perjalanan. Yaitu puncak gunung Slamet. Track menuju puncak cukup berat dari pos pos sebelumnya. Terjal dan berbatu. Batas vegetasi atau di pos 9, seperti sebuah tempat dimana kita harus mengumpulkan semangat lebih dan mental pantang menyerah. Karena puncak sudah di depan mata. Namun batu dan terjalnya medan menjadi penghalang. tapi itu semua tak menyurutkan langkah kami. Kami mendaki sekuat tenaga masing masing. Sehingga ada beberapa teman yang tertinggal. Walaupun demikan, yang paling belakang masih tetap bisa melihat teman yang ada di depan. Jadi tak perlu khawatir kehilangan jejak. Kekhawatiran terbesar adalah jika batu-batu besar mulai berjatuhan. Tapi semua itu tak terjadi....
Matahari seperti biasanya. Ia tak akan menunda perjalanannya. ia akan tetap terbit dimanapun posisi kita. Padahal temen-temen berharap, bisa melihat terbitnya saat berada di atas sana.
Sinar dan kehangatan mentari sudah nampak. Saya juga telah sampai di atas puncak. Perkataan yang saya ucapkan ketika sampai di atas sana adalah "Alhamdulillah sampai Puncak". Seneng dan bahagia. Tapi kecewa karena subuh tertunda. Jadilah subuh di atas sana.

Masya Allah, sebuah pemandangan yang baru pertama saya lihat dan rasakan. Samudera di atas awan...  Beruntung kondisi cuaca saat ini cerah. Memberikan kesan damai nan indah. Kota yang pernah di pijak terlihat kecil dari sini. Penghuninya pun tak kelihatan sama sekali. Lalu dimana manusia-manusia sombong itu (kalau ada). Di atas sini menyadarkan saya.. sekali lagi bahwa "Allah Maha Besar"....