Senin, 09 Desember 2013

Awas awas,,,, Ada yang melihat...

Kalau kata emak-emak (ibu-ibu), pagi-pagi begini enakan ngopi (ngobrol bareng papi), hihihi... Sabar ya mblo (me),,, hehe.. Tapi kali ini saya hanya ingin menulis tentang mata-mata. Upps.. ini bukan terkait spionase yang terjadi di Indonesia saat di sadap Australia. Hanya sekedar berimajinasi tentang alat pemantau dan perekam hidup. Semoga bermanfaat...

Beberapa hari yang lalu, saya menonton sebuah tayangan televisi tentang rekam kejahatan. Di sana ditampilkan seorang wanita yang terseret oleh motor. Diberitakan bahwa wanita itu korban pembunuhan. Video tidak begitu jelas. Tapi cukup membantu polisi dalam penyidikan. 
Ada lagi tentang sebuah pencurian. Teman saya men-share video yang merekam kronologis motornya yang tercuri. Terlihat step by step tindakan pencuri dalam mengambil motornya (jangan ditiru). Kali ini videonya begitu jelas. karena kejadian berlangsung di siang hari. Wajah dua orang pencuri yang terlihat kalem itu juga terpampang dengan jelas. Semoga segera tertangkap.
Melihat dua kejadian di atas, CCTV ternyata cukup bermanfaat. Setidaknya dapat membantu penyelidikan terhadap kasus kejahatan. Oiya, yang sering dengar istilah CCTV tapi tak tahu kepanjangan, ini saya kasih tau. CCTV itu kepanjangan dari Closed Circuit Television. Sepengetahuan saya sih, konsepnya hanya 2, kamera dan perekam (recorder). Wakil Gubernur DKI Jakarta pun berencana akan memasang alat ini disetiap sudut Jakarta.  Waw.. apa jadinya ya jika disetiap tempat di pasang CCTV. Pasti kita akan malu untuk berbuat tidak yang baik. Coba bayangkan, jika satu kejahatan telah diperbuat dan terekam pada alat tersebut. Kemudian video tersebar luas dan beredar di tengah masyarakat. Disaksikan keluarga, teman dan kerabat. Pasti akan sangat malu sejadi-jadinya.
Oiya, yang sering dengar istilah CCTV tapi tak tahu kepanjangan, ini saya kasih tau. CCTV itu kepanjangan dari Closed Circuit Television. Sepengetahuan saya sih, konsepnya hanya 2, kamera dan perekam (recorder).

Sebenarnya konsep di atas telah ada dalam kehidupan kita. Mulai dari baligh sampai mati semua akan terekam dimana secara khusus kita yang menjadi objeknya. One man, one camera. Ya, satu orang satu kamera yang akan merekam kisah hidupnya. Tanpa satu detikpun yang luput dari pantauan. Lebih canggih dari CCTV di atas. Tuhan telah menakdirkan itu ada. Dan siap dibuka di awal kehidupan baru.... Satu kata yang mungkin dapat dilukiskan pada saat itu.. MALU... 
Beruntung jika banyak aktivitas yang baik, jika tidak matilah kita. Karena ini bukan hanya tentang seluruh dunia akan melihat perilaku kita, tapi tentang hukuman yang akan diberikan atas setiap kesalahan yang telah diperbuat

Tak bisa dipungkiri, keberadaan CCTV memang penting. Tapi yang lebih penting dari itu adalah keimanan. Orang yang beriman akan selalu merasa Tuhan bersamanya. Dalam islam ada istilah Muraqabah, artinya selalu merasa di awasi oleh Allah. Dimanapun dan kapanpun selalu diawasi, sehingga takut dan malu pada Allah jika berbuat yang tak sesuai dengan perintahnya.

Ada wacana penggunaan CCTV di sekolah. Dengan maksud agar murid-murid tidak ada yang mencontek. Ada penggunaan CCTV di kantor, agar setiap karyawan tekun berkerja dan tidak korupsi. Kurang lebih banyak yang menggunakan CCTV yang fungsi utamanya adalah menghindari kejahatan. Lalu dimana letak keimanan ??? Kalau saja muraqabah menjadi konsep utama dalam kehidupan, mungkin bisa menghemat anggaran untuk fungsi-fungsi tersebut.

Just Imagine