Minggu, 26 Juni 2011

Kenyamanan

Hakikat manusia adalah mencari ruang kenyamanan dalam hidupnya...
Kenyamanan untuk perasaan, fikiran dan tindakannya...
Ketiganya bisa saja harmoni, bisa pula bertentangan..
Dengan perasaan manusiawinya, setiap orang memilih situasi yang nyaman, kemudian ia berfikir bagaimana mencapai kondisi tersebut, setelah itu ia melakukan aksinya..
Bentuk kenyamanan terkadang disalah persepsikan sebagian orang.

Saya  membaginya kedalam dua aspek :
1. Kenyamanan protagonis
2. Kenyamanan antagonis

Kenyamanan protagonis
merupakan kecenderungan kepada fikiran yang realistis, dimana seseorang tahu bagaimana menempatkan posisi kenyamanan hari ini dan sesudahnya. Ia menikmati segala sesuatu yang dihadapinya. Baik yang ia suka ataupun tidak. Walaupun ketidaksukaan itu terasa berat, namun ia tetap menjalaninya secara nyaman. Ia membangkitkan persepsi-persepsi positif yang ada dalam fikirannya, agar bisa diterima oleh perasaannya, kemudian ia beraksi dengan penuh semangat. Ada saja cara yang bisa mereka lakukan dengan aktivitas-aktivitas positif yang bisa mengurangi ketegangan dalam dirinya. Contohnya, sebagian orang yang religius biasanya melakukan aktivtas ibadah. Bagi mereka yang kreatif, mereka menyalurkannya dengan bernyanyi, melukis, menulis, atau curhat di diary, atau teman-teman punya contoh yang lain. Itu merupakan hal yang positif yang bisa membangun diri dalam keterpurukan untuk mencapai tingkat kenyamanan.

Kenyamanan antagonis
sebaliknya, mereka membayar kenyamanan itu dengan harga yang mahal. Bisa jadi dalam bentuk materi (uang) ataupun efek yang merugikan dirinya. Memang tidak ada salahnya ketika kejenuhan itu mereka bayar dengan berkarakoe (karaoke), menghabiskan waktu dan berbelanja di mall (mol),  dan kegiatan mubazir lainnya, semoga saja itu menjadi pilihan terbaik, tidak sia-sia apalagi merugi. Efek yang paling merugikan diri adalah ketika seseorang mengambil kenyamanan itu dengan tindakan yang negatif, merokok, berjudi, meminum minuman keras bahkan ada yang berbuat asusila. Efek itu akan memunculkan kenyamanan yang sementara, kemudian menderita setelahnya..

Saudaraku sekalian, betapa lemah hati ini, yang mudah terkena tipu daya oleh kenyamana dunia yang singkat, yang seolah-olah itu lama, sehingga kita mengabaikan kenyamanan yang kekal. Janganlah pernah membiarkan hati kita kosong dengan fikiran-fikiran yang sempit, hati yang kotor dan tindakan-tindakan yang membuat luka.
"Mengapa kita masih ragu-ragu, untuk membeli kenyamanan sementara ini dengan kenyamanan yang abadi."