Minggu, 26 Juni 2011

Perjuangan Kita Tak Boleh Sampai di Sini

Akhir kuliah bukanlah sakaratul maut dari kehidupan kita.
Meski persiapan-persiapan menuju kesana penuh sesak dan emosi yang mencabik-cabik raga.
Tinta-tinta yang kita torehkan selama ini, tak sampai satu buku, lembaran pun masih ragu.
Seandainya lembar evaluasi dibuka, betapa terkejutnya kalau yang ada hanya warna merah.
Bisa jadi hasil dari semua itu, adalah kondisi kita hari ini.
Yang belum siap apa-apa
Yang belum bisa apa-apa.
Dan yang belum bisa mendapatkan apa-apa.

Tak ada yang perlu disesali dari semuanya.
Tuhan bilang, kita harus bangkit.
Tuhan bilang kta harus merapatkan diri kepada-Nya
Lebih dekat lagi.
Dan jangan jauh lagi.

Gunung-gunung yang kita emban, sebentar lagi akan sirna.
Seiring dengan kepergian kita dari samudera pahala ini.
Kita tau, pohon yang tumbuh belum seberapa.
Masih terlihat gundul dan jelek.
Apalagi yang diharapkan, selain menanam.
Menanam ditempat yang sama, atau diladang yang lain.
Saya teringat pesan Muhammad Iqbal, ketika beliau berjuang demi bangsanya :
Bangunlah, hai Muslim
hembuskan hidup yang baru 
Pada segenap jiwa yang hidup 
Bangkitlah dan nyalakan semangat Orang yang bernyawa 
Bangkitlah dan letakkan kakimu di jalan lain

justimagine, untuk menentramkan diri dan sadar akan kewajiban